Jumat, 04 Januari 2013

Perusahaan Astra Honda Motor

Perusahaan Astra Honda Motor


PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down). 
Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi  Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin  4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia.

Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Hondatahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT Federal Izumi Mfg.(1990) yang khusus memproduksi piston. 

Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan. 

Saat ini PT Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 3 ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.

Dengan keseluruhan fasilitas ini PT Astra Honda Motor saat ini memiliki kapasitas produksi 4.2 juta unit sepeda motor per-tahunnya, untuk  permintaan pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat. Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada tahun 2007. Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih oleh industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN. Secara dunia pencapaian produksi sepeda motor Honda 20 juta unit adalah yang ke tiga, setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India.

Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelannggan sepeda motor Honda, saat PT Astra Honda Motor  di dukung oleh 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta   6.500 gerai suku cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.

Industri sepeda motor saat ini merupakan suatu industri yang besar di Indonesia. Karyawan PT Astra Honda Motor saja saat ini berjumlah sekitar 15.000 orang, ditambah 130 vendor dan supplier serta ribuan jaringan lainnya, yang kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang luar biasa. Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat  memberika kesempatan kerja kepada sekitar 500 ribu orang. PT Astra Honda Motor akan terus berkarya menghasilkan sarana transportasi roda 2 yang menyenangkan, aman dan ekonomis sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.


I. Struktur Organisasi
























II. Produk


III. Marketing
Showroom resmi , berlogo H1 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda. Pada showroom resmi selalu menyediakan koleksi lengkap sepeda motor Honda.Selain itu, informasi lengkap mengenai spesifikasi sepeda motor seperti :

• Harga
• Pilihan kredit pembelian dan pembiayaan
• Pengurusan dokumen
• Program Garansi (Warranty Extension Program)

IV. Sumber Daya Manusia
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PT ASTRA HONDA MOTOR
PT Astra Honda Motor adalah perusahaan manufakturing & distribusi sepeda motor terbesar di Indonesia, dengan jumlah karyawan lebih dari 10.000 orang. Sesuai dengan visi perusahaan, PT. Astra Honda Motor selalu berupaya untuk menyediakan solusi mobilitas terbaik yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan sistem manajemen kelas dunia.
Untuk itu kami membutuhkan sumber daya manusia terbaik yang kreatif, inovatif, kompetitif dan siap bergabung dalam pencapaian tujuan tersebut. Dalam pengelolaan SDM, PT. Astra Honda Motor memiliki sistem manajemen pengelolaan SDM yang profesional dengan prinsip Internally Fair dan Externally Competitive disertai dengan pengembangan SDM melalui program-program pelatihan dan pengembangan lainnya serta jenjang karir yang jelas seiring dengan berkembangnya bisnis sepeda motor yang semakin meningkat.
Setiap orang di PT Astra Honda Motor dihargai sesuai dengan prestasi dan potensinya, jika Anda adalah orang yang memenuhi kualifikasi yang diinginkan, kami tunggu kehadiran Anda untuk bergabung bersama PT. Astra Honda Motor.
Menghadapi tantangan pasar sepeda motor di Indonesia yang semakin ketat, PT. Astra Honda Motor membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, kompetitif, dan inovatif. Untuk itu PT. Astra Honda Motor membuka kesempatan berkarir di perusahaan manufaktur tingkat dunia dengan sistem karir yang Internally Fair dan Externally Competitive.

A. Proses Awal & Tes Psikologi

Tahap I Seleksi Administratif > Tahap II Ability Test >Tahap III Personality Test & Interview Psikolog.

B. Proses Interview
Interview Recruitment > Interview User > Interview HR Division.

C. Proses Medical & Pengumuman 

Tes Kesehatan > Pengumuman Hasil Seleksi.

D. Proses on the Job Training

Briefing Kontrak > OJT > Evaluasi >Karyawan Tetap.

Sumber : http://www.astra-honda.com

Senin, 18 Juni 2012

CITRA INDIVIDU DAN KELUARGA MENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT


citra individu dan keluarga
Menciptakan  tata NILAI dalam masyarakat

 

 



 












NAMA            : ZULKARNAIN PRATOMO
NPM               : 17111748
KELAS           : 1KA36

Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

citra individu dan keluarga
Menciptakan  tata NILAI dalam masyarakat

 

Kelas  :  1-KA36
Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Juni 2012
Tanggal Upload Makalah  :  16 Juni 2012

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
17111748
ZULKARNAIN PRATOMO

Program Sarjana Sistem Informasi

 

UNIVERSITAS GUNADARMA





                                                          ( i )
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatka kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya, sehingga saya dapat membuat makalah ini. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar .
Pemerintah Indonesia saat ini sudah mulai gencar melakukan usaha agar kebudayaan kita dikenal oleh dunia luas, dan dapat diakui dunia bahwa Indonesia mempunyai banyak kebudayaan yang tersimpan, masyarakat juga harus turut membantu usaha pemerintah agar kebudayaan kita cepat diakui oleh dunia.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pembaca, dan memohon kepada pembaca bila ada kesalahan baik dalam penulisan dan pengertian, semoga Allah SWT selalu memberikan umatnya pentunjuk ke jalan yang benar, Amin.





                                                                                                            Penyusun


                                                                                                    ZULKARNAIN PRATOMO









                                                                        ( ii )

DAFTAR ISI

Pernyataan.................................................................................................. ( i )
Kata Pengantar............................................................................................( ii )
Daftar Isi.................................................................................................... ( iii )
Bab 1 Pendahuluan......................................................................................( 1 )
1.Latar Belakang..........................................................................................( 1 )
2.Tujuan........................................................................................................( 1 )
3.Sasaran......................................................................................................( 1 )
Bab 2 Permasalahan.....................................................................................( 2 )
1.Strenght...................................................................................................( 2 )
2.weakness.................................................................................................( 2 )
3.Opportunities.........................................................................................( 2 )
4.Threats......................................................................................................( 3 )
Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi............................................................( 3 )
1.Kesimpulan.................................................................................................( 3 )
2.Rekomendasi...............................................................................................( 3 )
3.Refrensi.......................................................................................................( 3 )
           











                                                                                                ( iii )
BAB 1 PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG
Nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat yaitu dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam berinteraksi dipandu oleh nilai-nilai dan dibatasi oleh norma-norma dalam kehidupan social. Norma dan nilai pada awalnya lahir tidak disengaja , karena kebutuhan manusia sebagai makluk social dan harus berinteraksi dengan yang lain menuntut adanya suatu pedoman, pedoman itu lama kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar.

Nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Selain itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Contohnya ketika menghadapi konflik, biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat. Dengan nilai tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.

2.TUJUAN

o   Tujuan utama pembuatan makalah ini untuk menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar
o   Untuk  penyusun sendiri dapat menjadi manusia yang mengerti tentang bermasyarakat dan dapat bermasyarakat dengan baik
o   Agar dapat menjadikan makalah ini penduan untuk dapat bersosialisai dalam bermasyarakat antar mahasiswa dan masyarakat.
o   Mampu menjaga tali silaturahmi antara individu, keluarga maupun masyarakat sehingga terbentuknya pencitraan yang baik dimata masyarakat lain.

3.SASARAN
Penulisan makalah ini ditujukan kepada seluruh individu dan keluarga agar bisa mencitrakan diri dalam masyarakat agar terciptanya tata nilai kehidupan bermasyarakat. Tata nilai tersebut merupakan hasil dari pemikiran oleh banyak individu dan keluarga, tata nilai ini nantinya akan menciptakan sebuah jalinan individu dan keluarga dalam masyarakat, serta akan menjadi ikatan persaudaraan diantara sesama anggota masyarakat.



                                                                        ( 1 )
BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Citra Individu dan Keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

1.      KEKUATAN (STRENGHT)
o   Rasa nasionalisme merupakan suatu emosi yang terpancar dari dalam diri     seseorang yang berusaha untuk menyatukan sebuah masyarakat.
o   Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar) yang dimulai dari dalam lingkungan yang terdekat yaitu keluarga, yang akhirnya dapat menciptakan suatu karakter pada seorang individu untuk bermasyarakat.
o   Pelestarian nilai-nilai budaya merupakan suatu tindakan tepat yang harus dilakukan individu untuk menciptakan citra dalam bermasyarakat.
o   Pengukuhannya dalam bentuk peraturan pemerintah dimana segala sesuatu yang telah kita lakukan dalam menciptakan citra dalam tata nilai dalam masyarakat tidak akan jauh dari batasan-batasan yang telah dibuat oleh pemerintah.

2.      KELEMAHAN (WEAKNESS)
o   Seringnya terjadi interaksi negatif antar-budaya/kelompok masyarakat tertentu,  konflik antar-suku/etnis, efek negatif globalisasi dan maraknya aksi teror dapat memudarkan jati diri budaya bangsa.
o   Keterbatasan sarana dan prasarana kesenian; menurunnya minat masyarakat dalam menonton kegiatan seni-budaya ; terjadinya pembajakan karya seni dan budaya dapat menghambat dan memudarkan potensi budaya lokal.
o   Masih maraknya kasus pencurian benda cagar budaya dan situs; serta tidak terawatnya bangunan bersejarah. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih kurangnya apresiasi, pemahaman, komitmen, dan kesadaran tentang arti pentingnya warisan budaya dengan berbagai kandungan nilai-nilai luhurnya.

3.      PELUANG (OPPORTUNITY)
o   Adanya jasa usaha pariwisata dapat memajukan citra masyarakat dengan cara meningkatkan mutu pariwisata dalam suatu daerah.
o   Memperkokoh persatuan dan kesatuan dapat membuat citra dalam masyarakat akan semakain kuat dan solid.
o    Berkembangnya sarana dan prasarana multimedia harus dimanfaatkan untuk mensosialisasikan tentang pentingnya citra individu dan keluarga yang dapat menciptakan tata nilai dalam masyarakat.






                                                                  ( 2 )
4.      TANTANGAN/HAMBATAN (THREATS)
o   Kolektifitas masyarakat mempunyai realitas yang kuat. Sebab segala sesuatu kepentingan individu ditentukan oleh masyarakat. Masyarakat berperan mengatur secara seragam untuk kepentingan kolektif.
o   Dalam suatu budaya penting sekali untuk melakukan filterisasi sehingga pencitraan dalam gagasan budaya itu tidak disalah artikan oleh suatu masyarakat.
o   Fasilitas untuk mengembangkan jasa usaha pariwisata yang kurang memadai sehingga pencitraan dalam suatu masyarakat kurang diketahui oleh khalayak ramai.
o   Masyarakat harus melayani kepentingan individu. Individu memiliki hak yang mutlak dan tidak boleh dirampas oleh masyarakat demi kepentingan umum.


BAB 3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1. Kesimpulan

Setiap individu dan keluarga memiliki citra sendiri. Keluarga sebagai salah satu  yang memiliki peran penting dalam membuat suatu individu yang baik, dan setiap individu dalam keluarga akan menciptakan citra yang membuat pandangan tata cara nilai dalam masyarakat.

2. Rekomendasi

o   Setiap individu harus berperilaku dan berperan aktif sesuai dengan kedudukannya agar dapat diterima dan diakui keberadaannya. Karena setiap organisasi pasti mempunyai aturan sendiri, maka sanksi yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda pula.
o   Pengukuhan asset budaya dalam bentuk peraturan pemerintah daerah, dan pusat, maupun internasional.
o   Peningkatan sosialisasi dan apresiasi kebudayaan kepada masyarakat melalui media maupun kegiatan nyata dalam bentuk pesta budaya yang teragendakan.

3. Refrensi

                                                            ( 3 )

Manusia Dan Harapan


Manusia Dan Kegelisahan



Selasa, 17 April 2012

PERAN UNIVERSITAS GUNADARMA DALAM PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA


Peran UNIVERSITAS GUNADARMA DALAM PELESTARIAN NILAI-NILAI Budaya








NAMA            : ZULKARNAIN PRATOMO
NPM               : 17111748
KELAS            : 1KA36

Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

Peran UNIVERSITAS GUNADARMA DALAM PELESTARIAN
NILAI-NILAI Budaya
Kelas  :  1-KA36
Tanggal Penyerahan Makalah : 18 April 2012
Tanggal Upload Makalah  :  19 April 2012

 

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
17111748
ZULKARNAIN PRATOMO



Program Sarjana Sistem Informasi


UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatka kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya, sehingga saya dapat membuat makalah ini. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar .
Pemerintah Indonesia saat ini sudah mulai gencar melakukan usaha agar kebudayaan kita dikenal oleh dunia luas, dan dapat diakui dunia bahwa Indonesia mempunyai banyak kebudayaan yang tersimpan, masyarakat juga harus turut membantu usaha pemerintah agar kebudayaan kita cepat diakui oleh dunia.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pembaca, dan memohon kepada pembaca bila ada kesalahan baik dalam penulisan dan pengertian, semoga Allah SWT selalu memberikan umatnya pentunjuk ke jalan yang benar, Amin.






                                                                                               


















        




                                                                 ii
DAFTAR ISI

Pernyataan.............................................................................................................. ( i )
Kata Pengantar.......................................................................................................( ii )
Daftar Isi............................................................................................................... ( iii )
Bab 1 Pendahuluan.................................................................................................( 1 )
1.Latar Belakang.........................................................................................( 1 )
2.Tujuan.......................................................................................................( 1 )
3.Sasaran......................................................................................................( 1 )

Bab 2 Permasalahan...............................................................................................( 2 )
1.Strenght...................................................................................................( 2 )
2.weakness.................................................................................................( 2 )
3.Opportunities..........................................................................................( 2 )
4.Threats......................................................................................................( 2 )

Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi.......................................................................( 3 )
1.Kesimpulan.................................................................................................( 3 )
2.Rekomendasi...............................................................................................( 3 )
3.Refrensi.......................................................................................................( 3 )
           


                                                                                                                                   
                                                                    






 iii


Bab I Pendahuluan

1.Latar Belakang
Arus globalisasi yang seiring dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, telah mengubah wajah dunia saat ini. Akibatnya bukan hanya jarak yang terasa dekat, tapi juga sekat-sekat antar kebudayaan dan peradaban semakin tipis. Dari perkembangan tersebut, interaksi antar kebudayaan semakin intensif. Dan masyarakat mengalami kekacauan budaya dari konfrontasi antar budaya.
Peran dalam bidang pendidikan begitu penting agar tidak ada dampak yang lebih buruk lagi. Universitas Gunadarma sebagai salah satu lembaga pendidikan merupakan salah satu penunjang mahasiswa dalam melakukan upaya pelestarian nilai-nilai budaya.

2.Tujuan
Makalah kali ini bertujuan untuk membahas kemungkinan yang dapat dilakukan untuk mengpotimalkan peran mahasiswa dan lembaga kebudayaan dalam pelesatarian nilai dan budaya juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembaca, serta turut mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.

3.Sasaran
            Pembaca dapat memahami peran dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan mengetahui kontribusinya. Dan untuk memperkokoh suatu budaya lokal bangsa sangat dibutuhkan bantuan dari mahasiswa, karena mahasiswa merupakan penerus dalam pelestarian budaya yang dimiliki Indonesia.








                                                            1
Bab II Permasalahan

Kebudayaan lokal indonesia yang beranekaragam menjadi suatu kebanggaan juga tantangan untuk mempertahankan, mewarisi, serta melestarikan kepada generasi berikutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Masuknya budaya asing merupakan salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan. Faktor lain yang menjadi masalah  adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal, karena budaya lokal merupakan identitas bangsa, agar bangsa lain dapat mengenal kita oleh karena itu kita harus membangkitkan budaya lokal.
Adapun kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan yang terlihat. Hal tersebut dapat dijelaskan menggunakan analisis SWOT sebagai berikut :
1.      Kekuatan (Strenght)
-            Beragam kekayaan dari setiap aspek kesenian yang unik maupun norma dan adat istiadat.
-         Semakin pedulinya para mahasiswa.
-         Semakin meningkatnya kreativitas mahasiswa dalam hal pelestarian.

2.      Kelemahan (Weakness)
-            Peraturan yang diterapkan kurang berjalan efektif karena banyak elemen masyarakat yang kurang mengerti.
-            Terjadi misscomunition antara elemen dan lembaga pendidikan.
-            Banyak lembaga pendidikan yang kurang peduli dalam pelestarian.

3.      Peluang (Opportunity)
-            Seiring dengan kemajuan teknologi pula maka lebih banyak peluang bagi kita untuk lebih memperkenalkan bangsa kita kepada dunia luar.
-            Semakin banyak yang berpikir kritis tentang negara kita kepada kebudayaannya agar terus dipertahankan kemurnian serta keaslian dalam ciri khasnya bangsa kita.
-            Dengan saling memiliki rasa demokratis antar pemuda mahasiswa maka akan terjalin pemikiran yang maju akan ketahanan bangsa ini.
-            Kekayaan budaya yang melimpah mampu menjadikan daya tarik budaya sebagai magnet untuk mendatangkan wisatawan.
-             
4.      Tantangan/Hambatan (Threat)
-            Minimnya Tingkat Kestabilan Kampus untuk Menjalankan Perannya.
-            Kurang Pengalokasian Dana yang diberikan Kampus.
-            Semakin Meningkat Kebudayan Asing yang Menyatu dalam Jiwa Penerus.


2
Bab 3 Kesimpulan Dan Rekomendasi
1.      Kesimpulan
-            Pemerintah harus berperan aktif  dan mendorong lembaga pendidikan agar dapat terus melesatarikan dan mengembangkan, sehingga dapat memperkokoh ketahanan bangsa.
-             Kesadaran tiap elemen masyarakat agar tetap menjaga pelestarian nilai kebudayaan.

2.      Rekomendasi
-            Sering mengadakan seminar ata penyuluhan yang berkaitan dengan kebudayaan.
-            Membentuk UKM yang berkaitan tentang pelestarian budaya.
-            Membentuk suatu forum diskusi antara mahasiswa dengan dosen atau mahasiswa dengan mahasiswa untuk berbagi pendapat dan penilaian tehadap budaya.

Refrensi





















                                                3